
TIM LPKRA MAN 1 SOPPENG LAKSANAKAN STUDI TIRU DI MTsN 1 KOTA MAKASSAR
Makassar, 13 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan pendidikan ramah anak, Tim Layanan Penanganan Kasus Ramah Anak (LPKRA) MAN 1 Soppeng melaksanakan studi tiru di MTs Negeri 1 Kota Makassar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala MAN 1 Soppeng, Musmuliadi, S.Ag., M.A., dengan didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Drs. Muslimin, dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat, Dra. Hj. Syiamah, M.Pd.I.
Musmuliadi menyampaikan bahwa studi tiru ini merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan layanan ramah anak di MAN 1 Soppeng. “MTsN 1 Kota Makassar adalah salah satu madrasah yang sudah berhasil mengimplementasikan program LPKRA secara optimal. Kami ingin mempelajari praktik terbaik yang mereka lakukan agar dapat diterapkan di MAN 1 Soppeng,” ujarnya. Lebih lanjut, Musmuliadi menambahkan bahwa MAN 1 Soppeng juga akan mengikuti proses standardisasi LPKRA Tahun 2025 yang akan dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) RI.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat dari Kepala MTsN 1 Kota Makassar, Zulfikah Nur, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Zulfikah menyatakan kebanggaannya dapat menjadi tuan rumah bagi Tim LPKRA MAN 1 Soppeng. “Kami sangat senang atas kunjungan ini. Kami siap berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan layanan penanganan kasus ramah anak. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi kedua madrasah,” ungkapnya.
Selama kegiatan, Tim LPKRA MAN 1 Soppeng mengikuti berbagai agenda, termasuk presentasi tentang mekanisme kerja LPKRA di MTsN 1 Kota Makassar, kunjungan ke fasilitas layanan ramah anak, serta diskusi interaktif dengan tim MTsN 1 Kota Makassar. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah bagaimana MTsN 1 Kota Makassar memastikan keterlibatan semua pihak, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Musmuliadi juga mengapresiasi kesiapan MTsN 1 Kota Makassar dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman. “Kami mendapatkan banyak wawasan baru terkait mekanisme layanan pengaduan, pendampingan psikologis, serta pengelolaan kasus yang melibatkan peserta didik. Hal ini akan menjadi modal berharga bagi MAN 1 Soppeng untuk terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan madrasah yang ramah anak,” tambahnya.
Pada akhir kegiatan, Zulfikah Nur menyampaikan harapan agar hasil studi tiru ini dapat membawa dampak positif bagi pengembangan program LPKRA di MAN 1 Soppeng. “Kami percaya, dengan sinergi yang baik antar madrasah, kita dapat bersama-sama menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan peduli terhadap sesama,” tuturnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama, sebagai simbol kuatnya kerja sama dan komitmen untuk mendukung program ramah anak di madrasah. Studi tiru ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mempererat hubungan antar madrasah serta memperkuat implementasi layanan pendidikan ramah anak di Indonesia. Menariknya, baik Musmuliadi maupun Zulfikah Nur memiliki pengalaman yang membanggakan di bidang pendidikan ramah anak. Keduanya pernah menerima penghargaan sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak Terbaik tahun 2018 di Dyandra Convention Center Surabaya.
Sebagai informasi, sebelum menjabat sebagai Kepala MTsN 1 Kota Makassar, Zulfikah Nur pernah memimpin MIN Takalar dan MTsN Gowa. Hubungan antara kedua madrasah, MAN 1 Soppeng dan MTsN 1 Kota Makassar, semakin istimewa karena keduanya pernah dipimpin oleh sosok yang sama, yaitu Drs. H. Zainal Abidin. Persahabatan antara Musmuliadi dan Zulfikah Nur semakin memperkuat sinergi antara kedua madrasah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah anak.


