
Cetak Generasi Moderat, Wujudkan Harmoni: MAN 1 Soppeng Gelar Penguatan Moderasi Beragama untuk Peserta Didik
Soppeng, 27 Agustus 2024 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang moderat melalui kegiatan “Penguatan Moderasi Beragama” yang dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Agustus 2024. Bertempat di Aula MAN 1 Soppeng, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peserta didik MAN 1 Soppeng kelas X, XI, dan XII, dengan tujuan untuk memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya moderasi beragama di tengah keberagaman Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 1 Soppeng, Bapak Musmuliadi, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama. Beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat membentuk siswa-siswi MAN 1 Soppeng menjadi pribadi yang moderat, toleran, dan berakhlak mulia.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertama yang bertajuk “Konsep Dasar Moderasi Beragama”, yang dibawakan oleh Sekertaris Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Soppeng. Dalam materi ini, pemateri menjelaskan pengertian moderasi beragama serta pentingnya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Nilai-nilai toleransi, keseimbangan, dan keadilan ditekankan sebagai inti dari moderasi beragama. Selain itu, pemateri juga memberikan contoh-contoh praktis bagaimana moderasi beragama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sesi ini dipandu oleh moderator Ulya Hashifa Pengurus OSIS, dan diakhiri dengan diskusi interaktif yang melibatkan peserta didik.
Pada pukul 09.00, sesi kedua dimulai dengan materi “Menghindari Ekstremisme dan Radikalisme di Kalangan Remaja”. Materi ini disampaikan oleh Sukardi, S.Ag, Ketua Ansor Kabupaten Soppeng, yang mengupas tuntas definisi serta bahaya ekstremisme dan radikalisme, terutama di kalangan remaja. Beliau juga membahas cara mengenali tanda-tanda awal dari paham ekstremisme dan dampak negatifnya bagi individu serta masyarakat. Selain itu, strategi-strategi untuk mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan sekolah juga dipaparkan dengan jelas. Sesi ini berlangsung dinamis dengan metode ceramah, presentasi, serta pemutaran video yang menggugah kesadaran peserta.
Setelah istirahat singkat, acara dilanjutkan dengan materi ketiga yang dimulai pukul 10.30, bertema “Peran Agama dalam Membangun Toleransi dan Kerukunan Sosial”. Salama, S.Pd.I, M.Pd.I, yang merupakan Dosen STAI al-Gazali Soppeng sekaligus Guru Pembina MAN 1 Soppeng, menjelaskan bagaimana agama dapat berperan dalam menciptakan kerukunan sosial di masyarakat. Beliau juga membagikan kisah-kisah inspiratif dari tokoh agama yang berhasil mempromosikan toleransi. Langkah-langkah praktis yang dapat diambil oleh siswa untuk memperkuat kerukunan di lingkungan mereka turut dibahas, termasuk pentingnya sinergi antara agama dan budaya lokal dalam membangun harmoni sosial. kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab serta studi kasus yang menarik.
Kegiatan ini berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta didik MAN 1 Soppeng. Diharapkan, melalui kegiatan ini, siswa dapat lebih memahami dan mengamalkan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan yang aktif dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian di masyarakat.
(Humas MAN 1 Soppeng)



