
MAN 1 Soppeng Pacu Pembenahan Evidence ZI: Fokus Menuju WBK dan WBBM
Soppeng โ Dalam upaya mempercepat terpenuhinya evidence untuk setiap item pembangunan Zona Integritas (ZI), MAN 1 Soppeng menggelar rapat evaluasi pada Jumat, 23 Agustus 2024. Rapat ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh bukti pendukung (evidence) telah lengkap dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Rapat evaluasi yang dipimpin oleh Ketua Tim ZI MAN 1 Soppeng, Sri Ratna, dihadiri oleh seluruh anggota tim ZI serta Operator ZI, Rahman Nur. Dalam pertemuan tersebut, setiap item evidence disisir satu per satu untuk mengecek kelengkapan dan validitasnya. Proses ini dilakukan dengan seksama untuk menjamin bahwa semua dokumen dan data yang diperlukan telah tersedia dan tersusun dengan baik.
Sri Ratna menekankan pentingnya akurasi dan ketepatan waktu dalam proses pengumpulan evidence. “Kami harus memastikan bahwa semua evidence yang kami kumpulkan benar-benar dapat mendukung pembangunan Zona Integritas di MAN 1 Soppeng. Setiap detail harus dipastikan lengkap dan valid, karena ini adalah kunci dalam mencapai predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK),” ujarnya.
Sementara itu, Operator ZI, Rahman Nur, menyatakan bahwa pihaknya terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait di madrasah untuk mempercepat proses pembenahan evidence ini. “Kami terus memacu agar semua item evidence dapat terpenuhi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.
Kepala Madrasah, Musmuliadi, S.Ag., M.Pd., selaku penanggung jawab, juga memberikan tanggapan terkait kegiatan ini. Meskipun sedang menjalankan dinas luar, beliau tetap memantau kegiatan secara intens melalui komunikasi online. “Sistem di MAN 1 Soppeng sudah sangat mendukung konektivitas digital. Pemantauan kegiatan dapat dilakukan melalui CCTV, dan komunikasi tetap terhubung melalui platform seperti Google Meet, Zoom, Google Drive, serta web madrasah. Bahkan, tanda tangan langsung pun sudah berbasis digital,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tim PMPZI MAN 1 Soppeng berupaya maksimal untuk menyiapkan dokumen evidence terhadap 6 area utama. Kepala Tata Usaha MAN 1 Soppeng, Sri Ratna, S.IPI, yang juga merupakan Ketua PMPZI, bersama seluruh Wakamad sekaligus sebagai Koordinator Pokja, serta Tim ZI MAN 1 Soppeng, terus berkomitmen dalam menghadapi penilaian pendahuluan pembangunan Zona Integritas. Pimpinan dan seluruh jajaran MAN 1 Soppeng bertekad untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Beberapa item yang dinilai meliputi:
- Manajemen Perubahan: Pembentukan tim kerja, rencana pembangunan zona integritas, pemantauan dan evaluasi pembangunan WBK/WBBM, perubahan pola pikir dan budaya kerja.
- Penataan Tatalaksana: Prosedur operasional tetap (SOP) kegiatan utama, E-Office, keterbukaan informasi publik.
- Penataan Sistem Manajemen SDM: Perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi, pola mutasi internal, pengembangan pegawai berbasis kompetensi, penetapan kinerja individu, penegakan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku pegawai, sistem informasi kepegawaian.
- Penguatan Akuntabilitas: Keterlibatan pimpinan, pengelolaan akuntabilitas kinerja.
- Penguatan Pengawasan: Pengendalian gratifikasi, penerapan SPIP, pengaduan masyarakat, Whistle-Blowing System, penanganan benturan kepentingan.
- Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik: Standar pelayanan, budaya pelayanan prima, penilaian kepuasan terhadap pelayanan.
Kepala MAN 1 Soppeng, Musmuliadi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim Zona Integritas MAN 1 Soppeng yang bekerja keras tanpa kenal lelah dalam menghadapi penilaian zona integritas ini. “Semoga seluruh proses berjalan dengan lancar dan MAN 1 Soppeng dapat mencapai predikat WBK dan WBBM,” ungkapnya.Hal ini juga mencerminkan komitmen kuat MAN 1 Soppeng dalam membangun Zona Integritas yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya. Dukungan sistem digital yang memungkinkan pengawasan dan koordinasi berjalan efektif meskipun dalam kondisi dinas luar.



